Minggu, 03 Mei 2015
Manfaat Belajar Bersama
Manfaat belajar kelompok di rumah – Diyakini memang, banyak siswa yang telah melaksanakan sistem belajar kelompok di rumah. Baik atas inisiatif siswa sendiri maupun dorongan guru dan orang tua.
Orang tua telah bersedia menyiapkan segala kesempatan dan fasilitas belajar anak untuk berkelompok bersama temannya di rumah. Mungkin saja tempat belajar kelompok itu digilirkan oleh setiap anggota kelompok. Itu tidak menjadi masalah dan pengaturannya diserahkan pada orang tua atau peserta diskusi kelompok. Mari baca juga: Menciptakan Suasana Belajar Kondusif di Rumah tujuan,manfaat,belajar,kelompok
Namun demikian, apakah sistem belajar kelompok yang telah dilakukan siswa itu sudah efektif atau belum? Dalam hal ini membawa dampak positif bagi kemajuan dan perkembangan belajar siswa?
Atau baru sekadar berkumpul-kumpul sambil ngobrol ria dan ngelantur kemana-mana? Atau juga, hanya sekadar untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru di sekolah? Baca juga: Haruskah Memberi PR kepada Siswa?
Sistem belajar kelompok di rumah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap bahan belajar yang diberikan guru di sekolah. Tujuan tersebut jelas akan bermanfaat bagi siswa peserta diskusi kelompok. Manfaatnya antara lain:
(a).meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan guru di sekolah.
(b).melatih kemampuan siswa untuk berkomunikasi dengan baik.
(c).menumbuhkembangkan rasa sosial di antara sesama siswa.
(d).mengembangkan sikap dan kerja sama dalam sebuah komunitas atau tim.
(e).Menjadi ajang saling berbagi ilmu pengetahuan.
(f).Mengasah kemampuan siswa untuk berdiskusi dan berdebat secara sehat.
Agar dirasakan manfaatnya, sistem pelaksanaan belajar kelompok perlu diatur sedemikian rupa. Di sekolah, metode kelompok atau diskusi kelompok sudah lazim dijalankan guru dalam pembelajaran.
Boleh dikatakan metode ini cukup ampuh dan berhasil karena dibimbing oleh guru. Bagaimana pelaksanaannya di rumah?
Barangkali orang tua, atau anggota keluarga yang sudah dewasa. Perlu kiranya menyediakan waktu untuk memantau dan mengarahkan anak-anak yang belajar kelompok di rumahnya. Dengan cara ini sistem belajar kelompok yang dilaksanakan anak di rumah menjadi lebih efektif.
By. Usman,S.PdI
By. Usman,S.PdI
Sabtu, 25 April 2015
Arti Pendidikan
By Desa Pakistaji22.33all pos, Ekstrakurikuler, Galeri, Kabar Berita, Kegiatan, Kesiswaan, Kurikulum, PengumumanNo comments
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.






